Puisi

Puisi Farah Velda #3

Puisi 11

 

Untuk Puisi 1

 

Puisi, apakah aku bisa

Memilikimu dalam diriku

Melepasmu ketika berat ini hampiriku, dekatiku

Puisi, apa aku bisa?

Tuliskanmu dalam sebuah lembaran putih

Dimana semua coretanku berakhir disitu disini dari tinta hitam ini

Puisi, apa aku bisa meraihmu?

Meski dalam hati, aku ingin melepas beban,,,

Namun dalam nyata, aku seperti kosong, tak napas, dan cermin tanpa bayangan.

Itulah aku tanpa sandaran.

Duhai Tuhanku yang Maha Mendengar.

 

Malang, Maret 2, 2018.

 

 

Puisi 12

 

Untuk Puisi 2

 

Puisi, langit begitu gulita ya?

Namun tak kusangka tak sebegitu gulita ketika kau ada disini.

 

Puisi, langit yang gulita tadi, akan berubah menjadi kemerahan bercampur dengan birunya langit, dengan dibumbui rasa syahdu ngaji dari toa masjid menambah suasana damai dalam diri.

 

Puisi, fajar akan menyingsing, apakah kau tak apa tetap disini dengan diri ini?

 

Puisi, tahukah kau, ragaku tak sendiri lagi sejak ada kau disisi, namun mengapa kau terasa sepi? Apakah aku yang salah karena mengundangmu kemari?

 

Puisi, kau ada dan ku syukuri, kau ku tulis dan ku syukuri, kau hidup dan ku syukuri lagi, tapi apakah itu semua sudah cukup bagimu merasa tak sedih?

 

Puisi, aku rindu senyummu yang dulu, yang dalam diamku, kau tetap menyapa jiwa ini.

 

Kemana kau pergi lagi puisi?

Setelah lama kau kunanti kembali

Kemana senyuman lamamu pergi, setelah sekian lama kutunggu itu disini

Kemana kau akan terus berkelana lagi

Setelah sekian lama kita bertemu lagi

Aku ingin kau tetap disini, menemaniku hingga tiba untukku yang pergi.

 

Malang, Oktober 11, 2018

 

 

Puisi 13

 

         Celoteh Kerinduan

 

Duhai malam

Maafkan lah raga ini karena telah mengadu

Bahwa telah lama ia tak menyentuh dia

Yang dirindukan namun tak ia doakan

Yang dirindukan namun tak ia sentuhi

Yang dirindukan namun tak ia dekati

Dan yang dirindukan namun tak ia panggil

Duhai malam

Maafkan lah raga ini telah menyentuhmu

Malah bukan menyentuh yang ia rindukan

Malah bukan menyebut yang ia rindukan

Dan malah sedang mengisahkan bahwa ia sedang rindu seseorang

Duhai malam

Sanggupkah aku

Masih dengan kata dan puisiku

Menuliskan beban kerinduan tentang seseorang itu

Bahwa sungguh sekali, tak mampu ia bercerita siapa dia

Namun cukup kau, aku, dan Allah saja yang tau sosoknya.

 

Malang, Februari 15, 2019

 

 

Puisi 14

 

Kepada…

 

Aku malu akan menyentuhmu

Sosok yang telah lama aku rindui

Aku malu akan menuliskanmu

Sosok yang telah lama aku kagumi

Aku sungguh malu hingga detik aku menuliskan ini di aksara kesekian

Sosok yang telah lama hadir dalam diri

Aku sangat malu sampai aku tak mampu akan menggambarkan sosok itu

Namun sayangnya, sajak ini sudah menampung kisahmu.

Kisah seorang sosok yang tercipta oleh susunan kata.

 

Malang, Februari 16, 2019

 

 

Puisi 15

 

Sekedar Kata

 

Teruntuk jodohku,

Selamat pagi untuk aktivitas tahajud, subuh, dan pula dhuhamu.

Selamat siang untuk aktivitas dhuhur dan ibadah lainmu.

Selamat sore untuk aktivitas asharmu, maghrib, dan juga buka puasamu.

Selamat malam untuk isyamu, juga ibadah lainmu.

Ku ucapkan, diri ini merindukanmu.

 

Malang, Agustus 2, 2019

 

 

By: Farah Velda Digna Zaidah

(veldadigna29@gmail.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *