Apakah Indonesia Sedang Tenggelam? ; Catatan atas Deklarasi KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia)

Mengawali bulan Agustus ( 3 Agustus) sejumlah tokoh nasional berkumpul di Jl Fatawati, Jakarta Selatan diantaranya ; Dien Syamsudin, Mantan Ketum PP Muhamadiyah & juga Wakil Dewan Pertimbangan MUI, Rocky Gerung, akademisi, Refly Harun, Pakar Hukum, Said Didu, Mantan Komisaris Bukit Asam, Gatot Nurmantyo, Mantan KASAD (tidak hadir) dan lain-lain mendeklarasikan kemarin mendeklarasikan KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia).
Menurut sejumlah tokoh yang selama ini notabene bersebrangan dengan pemerintah itu kondisi Indonesia saat ini sangat memerihatinkan. Bahkan, Dien Syamsudin mengatakan Indonesia sudah karam (tenggelam), sehingga butuh gerakan dari kelompok tertentu untuk bisa bangkit kembali!
Gerakan ini tentu saja mengagetkan sejumlah elit politik di Jakarta, utamanya para penghuni Istana Presiden. Kemana sebenarnya arah dari KAMI ini? Apakah benar merupakan upaya sejumlah tokoh yang ingin ‘menyelamatkan’ Indonesia yang mereka anggap sudah tenggelam? Apakah KAMI hanyalah kelompok politik yang sedang berusaha menyiapkan infrastruktur untuk kontestasi Pilpres 2024? Ataukah KAMI arahnya hanya ingin’menyerang’ pemerintah karena dianggap gagal dalam menangani Pandemi ini?
Terlebih, Bank Dunia (World Bank) (16 Juli) kemarin memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 sebesar 0%. Namun, World Bank juga mengingatkan bahwa Indonesia bisa masuk dalam jurang resesi pada tahun ini menyusul negara tetangganya SIngapura yang sudah ekonominya terlebih dahulu mengalami kontraksi. setelah pertumuhan ekomomi negara tesebut minus 41 % pada kuartal ke II 2020 ini.
Dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juli 2020 yang berjudul The Long Road to Recovery, World Bank menyebut bahwa skenario resesi ekonomi Indonesia bisa terjadi, jika infeksi Covid-19 meluas atau gelombang infeksi baru muncul.
Terlebih perekonomian Indonesia pada kuartal kedua ini tumbuh negatif walaupun pada kuartal pertama masih tumbuh 2.97 %. Artinya, kuartal ke III ini sangat menentukan apakah perekonomian Indonesia akan terjerumus pada jurang resesi yang mengerikan atau tidak!
Dibutuhkan kerja keras Presiden dan jajaran menterinya untuk membangkitkan perekonomian negeri yang diambang keterpurukan ini;
Pertama, belanja pemerintah yang mempunyai multiple effect perlu diakselerasi, pemerintah masih mempunyai anggaran belanja barang kementrian yang bisa diarahkan untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sehingga demand side (permintaan) barang yang selama ini anjlok akibat Pandemi Virus 19 kembali bisa bergerak dan naik.
Kedua, senjata atau amnunisi BLT (Bantuan Sosial) yang disalurkan oleh Kemensos selama ini sangat membantu sekali untuk menggerakan roda perputaran perekonomian Indonesia dan ketiga, meningkatkan nilai ekspor pemerintah.
Dalam kondisi serba sulit seperti ini, bagi saya, apapun agenda yang dimiliki oleh KAMI itu hak mereka untuk memperjuangkannya, sepanjang itu demi kepentingan bangsa dan negara dan sepanjang caranya konstitusional semua niatan baik hendaklah di dengar oleh pemerintah dan diberikan ruang selebar-lebarnya !
Bacaan Menarik
loading...
Mujahidin Nur

Mujahidin Nur

Alumni Pondok Pesantren Miftahul Muta’alimin Babakan Ciwaringin Cirebon, Penulis Buku Best Seller, Pengamat Gerakan Terorisme, Direktur The Islah Center Jakarta

View all posts

Add comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *