Dua Sosok Penting di Balik Buku Khutbah Jum’at KH. Marzuqi Mustamar

Penyunting

Muhammad Tareh Aziz, lahir di Gresik pada tanggal 05 September 1995. Cak Aziz atau mas Tareh sapaan akrabnya, mulai dari TK, MI, dan MTS dia menempu pendidikan di Madrasah Mambaul Ulum di desa Bedanten Bungah Gresik. Pada tahun 2011 ketika menginjak bangku SMA, dia melanjutkan sekolahnya di Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan yang diasuh oleh Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur. Disinilah awal mula kesukaanya dengan Ilmu Agama dan Bahasa Arab, karena disekolahan ini, selain belajar ilmu umum juga belajar unsur-unsur Bahasa Arab dan keagamaan dengan menggunakan kitab klasik karya ulama-ulama terdahulu yang dibingkai dalam satu kurikulum sekolah.

Tidak hanya sampai disitu, keinginannya dalam mengetahui ilmu Bahasa Arab dilanjutkan sampai jenjang bangku perkuliahan. Pada jenjang S-1, dia mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Arab di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Lulus pada tahun 2018, selain itu untuk menunjang dan mengembangkan ilmu keagamaan selama kuliah, dia bertempat tinggal di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Malang, dibawah asuhan KH. Marzuqi Mustamar.

 

Editor

Febi Akbar Rizki, yang lahir pada 12 Februari 1998 adalah pemuda ekstrover dari pulau Sumatera. Bisa disapa di akun Instagram @febiarrizqi. Ketertarikannya pada dunia sosial sudah muncul sejak kecil, kemudian sangat nampak ketika duduk di bangku Madrasah Aliyah. Akibat hobi yang senang bersosial, membawa Mas Febi terpilih sebagai Ketua PK IPNU di MA Ma’arif Roudlotut Tholibin. Meskipun lahir di Jakarta, sejatinya ia tinggal di Desa Karang Mulia, Kec. Muara Sungkai, Kab. Lampung Utara, Lampung. Setelah lulus dari Madrasah Aliyah, ia melanjutkan studinya ke pulau tetangga di Kota Malang, Jawa Timur. Dunia pendidikan dan akademisi di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Unisma dijalani tidak dengan sepenuh hati, pasalnya hal yang diprioritaskan selama kuliah adalah kegiatan-kegiatan non-akademik di luar bangku kuliah.

Adalah suatu pelampiasan yang disalurkan pada kegiatan-kegiatan non-akademik selama kuliah, tercatat lebih dari 10 organisasi dan komunitas yang digeluti, seperti UKM Cinta Tanah Air, UKM Matan, Relawan Lazisnu Jatim, Relawan Lazis Sabilillah, Komunitas Baca & Tulis Kompas, Komunitas Kader Aswaja, Komunitas Media Santri NU, Komunitas Friends of Library, Komunitas Penggerak Gusdurian Malang, dan PKPT IPNU Unisma.

Sebelumnya ia juga pernah menulis buku “Menjadi Generasi Optimis & Nasionalis” dan buku “Dzikir Pena Santri” yang berisi kumpulan esai. Sampai saat ini, tinggal dan mengabdi di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Malang. KH Marzuqi Mustamar sebagai Pengasuh Pondok Pesantren adalah guru sekaligus orang tua yang mengajarkan serta memberikan teladan yang sangat berpengaruh pada kepribadian. Sikap optimis dan nasionalis dari Abah yai makin terpancar ketika beliau terpilih sebagai Ketua Tanfidziah PWNU Jawa Timur Priode 2018-2023.

Belibis Pustaka

Belibis Pustaka

Best Seller Publisher

View all posts

Add comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *