Puisi

Puisi Farah Velda #11

Puisi 51

Sebuah Kisah Lama

Aku tak begitu sakit kala,

Senyum rekah mu terbang lepas di udara

Senang bahagiamu terbagi ke insan lainnya

Hadiah berianmu hilang melambung tinggi ke piala di sana

Bahkan seketika panah beracun menembus dada seorang kotor di sini

Bahkan tatkala pemanah tlah membidik tembus hati seorang rusuh ini

Aku berjanji, itu tak kan seberapa sakit, meski maaf saja, 

Luka ini tak bisa ku tutupi dengan rapi

Karena sungguh,

Ku terlalu bodoh menjadi budak cinta

Dan ku terlalu buta tuk pahami makna cinta sebenarnya

Malang, November 2013

 

Puisi 52

Pesan Terakhir

Maaf, 

Sebelum kau meluahkan rasa marahmu tentang ini

Bacalah sekelebat puisi ini

Kutuliskan ini `tuk kenangmu yang terakhir kali

Sebelum kau pergi, berikan sisi hidupmu pada orang lain

Kutuliskan ini `tuk ingatkanmu, seorang yang pernah kusayangi

Bahwa ku mohon, tolong tetap ingatlah bahwa kau adalah pelangi

Yang senantiasa bagikan warnamu pada setiap mata piala,

Sehingga mereka terkagum dengan dirimu semata.

Duhai pelangi setiap orang,

“Terimakasih tlah bersinggah sebentar,

dan jadikanlah dirimu selalu bersinar,” itulah pesan terakhirku disini

Malang, 18 Desember 2018

 

Puisi 53

Pengingat Untukmu Sekalian

Duhai hati yang merasa pilu

Tidakkah engkau merasa rapuh

Kala sepertiga malammu kau gunakan terlelap di atas kasurmu

Duhai hati yang terasa biru

Tidakkah kau bersedih abu

Kala mata dan hatimu penuh dengan debu

Yang membutakanmu

Yang buatmu bisu

Oleh kebenaranNya yang satu

Duhai hati yang dirundung sendu

Tidakkah engkau ingin menangis selalu

Kala hati berat menanggung itu

Di setiap engkau mengadu

Duhai piala yang aku rindu

Ku doakan jalan terbaik selalu menghampirimu.

Duhai sahabatku.

Malang, 24 Desember 2018

 

Puisi 54

Kalau Bukan Karenamu

Kalau bukan karenamu, aku telah terjatuh,

lalu kepada siapa lagi aku kan berdiri?

jika kamu pula yang buatku menyadarkan diri,

bahwa aku masih terlalu dini, tuk mencintai,

sosokmu yang penuh putih, 

duhai dulu yang ku sebut pelangi.

Dan juga, 

Kalau bukan lalu aku mengetahui, sosoknya yang dulu ku benci, 

mungkin sekarang aku tidaklah menjadi, 

gadis pendiam yang pernah tersakiti, 

oleh ucapan mereka yang bak duri membully

Terimakasih saja kali ini,

kamu yang pernah jadi bagian dalam diri.

Malang, 25 Desember 2018

 

Puisi 55

The Night Has Been Setting For A While

The night has been setting for a while. 

Sitting alone without the shine of the sun, nor sound of the sea.

The moon has been setting for a while, 

Smiling facing the earth where you stand now.

With or without you looking back to him. 

The stars has been setting for a while, 

Looking stupidly towards crowds of ants which running walking unknowingly path. 

Hits one of each other

Hurts one to each ants

Laughing, when those gonna ends?

The night has been setting for a while

Please stay a little longer before the other wakes up by tomorrow, drive you away from the sky.

With another daily busyday waits.

Whether you like it or not.

Malang, 10 Juni 2019

 

Oleh: Farah Velda D.Z.

Farah Velda

About Farah Velda

Bukan sesiapa, hanya penulis tak sempurna yang jarang mengais kata, penyair kesepian tak diundang tanpa upah. Salam sastra☺🙏 IG:@farahvelda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *