Puisi

Puisi Farah Velda #16

Puisi 76
Malam Mana Yang Tega

Malam mana yang tega
Biarkanmu berpeluk tanya
Sedang apa sahabatku di sana
Sedangkan kau bertemankan sepi di sini.

Malang, 27 Maret 2017

Puisi 77
Tiga Siang

Duduk termenung memandang kosong
Menulis kata tak berujung nol
Pikir jenuh kantuk pikir jauh lelah di sunyi senyap
Melukis guratan sesat di ambang pena
Iya, menari di atas garisan putih lagi
Namun, adakah sajak di atas awan?
Yang menoreh asa pada tinta
Seakan berbicara,
“Tulislah itu!”
“Kata itu!”
Di satu pena
Pada satu kertas
Di jam tiga siang ini.

Malang, 2017

Puisi 78
Hanya Berat Sebelah

Angin yang berhilir masih saja berbisik sendu
Seperti sinar matahari ini yang masih sehangat dulu
Lautan awan jua masih berwarna biru
Kala ini tak ada yang baru
Dan masih tetap saja, ku di skala jauh darimu
Melamun teringat akan lalu.
Kisahmu aku kau dalam atap hijau
Meski kini kau tlah menyusuri waktu
Namun, aku masih di ruangan berpintu
Dengan cat hitam sebagai penanda silammu
Bahwa memang sungguh,
Ku hanya sekedar setitik debu bagimu
Yang mana sendirian memegang rindu
Dan cukup berat sebelah ku pikul di kalbu
Maafkan aku,
Masih jadi keras kepala seperti saat itu.

Malang, 29 Agustus 2019.

Puisi 79
Tarian Memento

Kau kan pergi bawaku kemana?
Dengan semua kilas balik itu
Dengan album waktu yang tak singkat itu
Kau kan ajak ku pulang kapan?
Jika ku lama tenggelam dalam memori lalu
Jika ku sudah betah bersamanya yang masih di belakang itu

Malang, 29 Agustus 2019

Puisi 80
Senja

Teruntuk senja yang bersembunyi
Di kamis 29 kali ini,
Ku tuliskan ini tuk memanggilmu
Dengan sendu karena merindu
Bahwa dalam tanya ku tenggelam
Di sebelah langit kelabu biru putih abu abu
Terbawa angin yang berhembus kemudian itu
Tertutup sautan suara burung berkicau
Tersentuh sinar mentari yang masih tersisa
Terpengaruh rintikan hujan yang menangis
Bahkan jua ikut daun daun yang menunggu tiba kan jatuh
Kemana kau hari ini melayang?
Dimanakah tempat kau berdiri kali ini?
Karena kulihat kau tak ada di sejauh mata memandang
Senja, tidakkah kau tau sudah?
Bahwa hati ini merasa seperti apa.
Ketika kau tiada.

Malang, 29 Agustus 2019

Oleh: Farah Velda Digna Zaidah

Farah Velda

About Farah Velda

Bukan sesiapa, hanya penulis tak sempurna yang jarang mengais kata, penyair kesepian tak diundang tanpa upah. Salam sastra☺🙏 IG:@farahvelda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *